Cara Mengobati Rematik Pada Lansia

Cara Mengobati Rematik Pada Lansia
Cara Mengobati Rematik Pada Lansia

Rematik adalah yang dirasakan yang banyak menyerang lanjut usia. Makin tua, peranan badan Kamu makin alami penurunan, termasuk juga peranan sendi. Hal semacam ini buat Kamu sulit untuk bergerak serta membatasi kesibukan Kamu. Untuk Kamu yang memiliki rematik, menyembuhkan rematik mungkin saja mesti Kamu kerjakan untuk meredakan tandanya.

Rematik pada lansia

Rematik adalah satu diantara penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan pada sendi. Rematik dapat menyerang banyak sendi di badan Kamu, seperti sendi di ke-2 tangan, ke-2 pergelangan tangan, serta ke-2 lutut Kamu.

Rematik dapat menyerang siapapun. Tetapi, biasanya wanita seringkali alami rematik dibanding pria. Umumnya, penyakit ini keluar di umur dewasa, namun juga dapat baru keluar di lanjut usia.

Menyembuhkan rematik di umur yang telah lanjut atau pada lanjut usia mungkin saja agak sedikit susah. Karna, lanjut usia umumnya lebih peka pada obat yang dipakai untuk menyembuhkan rematik. Bersamaan menambahnya umur Kamu, umumnya penyakit mulai bermunculan. Hingga, Kamu mungkin saja butuh obat semakin banyak untuk menyembuhkan penyakit Kamu satu per satu. Berarti, juga akan berlangsung semakin banyak hubungan obat serta resikonya dari obat yang Kamu gunakan. Hingga, hal semacam ini mungkin saja juga akan menyusahkan penyembuhan rematik Kamu.

Apa yang dapat dikerjakan untuk menyembuhkan rematik pada lanjut usia?

Rematik umumnya menyebabkan tanda, seperti nyeri serta bengkak pada daerah sendi, kekakuan pada sendi (umumnya pada pagi hari atau sesudah duduk kurun waktu lama), serta kelelahan. Nah, penyembuhan rematik biasanya konsentrasi cuma untuk kurangi beberapa gejala itu, bukanlah mengobati.

1. Obat-obatan untuk rematik

Beberapa besar obat-obatan yang dipakai untuk menyembuhkan rematik pada lanjut usia biasanya sama juga dengan obat yang dipakai untuk menyembuhkan rematik pada seorang yang lebih muda. Sebagian obat yang dapat dipakai untuk menyembuhkan rematik yaitu :

-Obat anti-radang nonsteroid, seperti ibuprofen. Obat ini bisa dipakai untuk meredakan pembengkakan, kekakuan, serta nyeri pada sendi. Tetapi, pemakaian obat ini bisa menyebabkan resikonya, seperti sakit perut serta perdarahan pada lambung. Untuk Kamu yang memiliki problem pada jantung serta ginjal, Kamu mesti hati-hati dalam pemakaian obat ini.
-Obat kortikosteroid, seperti prednisone, juga dapat meredakan tanda dari rematik. Tetapi, pemakaian obat ini bisa tingkatkan resiko Kamu alami osteoporosis. Untuk kurangi resikonya, Kamu dapat memakai kortikosteroid pada dosis yang lebih rendah.
-Obat antirematik modifikasi-penyakit (DMARD/disease-modifying anti-rheumatic drug), seperti methotrexate, hydroxychloroquine, serta sulfasalazine. Ini adalah obat yang umum dipakai untuk menyembuhkan rematik dalam periode panjang. Obat ini menolong dalam meredakan tanda rematik serta menghindar rusaknya permanen pada sendi. Tetapi, Kamu mesti hati-hati dalam memakai obat ini bila Kamu memiliki problem paru-paru atau ginjal.
-Terapi biologis, adalah obat baru untuk menyembuhkan rematik. Obat ini melakukan tindakan jadi zat alami dalam darah untuk menghalangi rasa sakit serta pembengkakan. Penggunaan obat biologis ini biasanya dapat dibarengi dengan penggunaan obat rematik yang lain. Obat ini pasti juga memiliki resikonya, tetapi faedahnya mungkin saja semakin besar.

2. Istirahat serta olahraga

Terkecuali obat-obatan, hal-hal lain yang dapat Kamu kerjakan untuk kurangi tanda rematik yaitu istirahat yang cukup serta berolahraga teratur. Tetapi, Kamu mesti beradaptasi dengan rasa sakit yang Kamu rasakan. Bila rematik tengah lebih buruk, baiknya Kamu sedikit bergerak, istirahatkan sendi Kamu. Serta, apabila rasa sakit telah lebih baik, Kamu dapat lakukan berolahraga untuk menguatkan otot Kamu. Cukup hanya lakukan berolahraga enteng, seperti jalan serta berenang.

3. Operasi

Bila rusaknya sendi karena rematik semakin lebih buruk serta kronis, lakukan operasi mungkin saja dapat menolong menyembuhkan rematik Kamu. Baiknya tanyakan dengan dokter Kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *