Jangan Anggap Sepele Darah Rendah!

Pernahkah Anda merasa penglihatan berkunang-kunang, konsentrasi berkurang, pucat, pusing, bahkan pingsan? Bisa jadi itu adalah gejala tekanan darah rendah atau hipotensi. Tekanan darah dikatakan rendah ketika kurang dari 90 mmHg pada sistolik (bilangan atas) atau 60 mmHg pada diastolik (bilangan bawah).

Normalnya, orang berusia di bawah 60 tahun memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, dan tekanan darah di bawah 150/90 mmHg untuk usia di atas 60 tahun. Jika tekanan darah turun secara tiba-tiba sebesar 20 mmHg, misalnya sistolik 100 mmHg menjadi 80 mmHg, dapat berbahaya. Anda akan merasa pusing dan bahkan pingsan karena otak tidak mendapat cukup pasokan darah. Dari ragam pemicunya yang berbeda-beda, maka hipotensi juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

Apa Itu Hipotensi (Tekanan Darah Rendah) ?

penyakit darah rendah

Tekanan darah rendah atau dalam bahasa medis disebut dengan Hipotensi adalah keadaan seseorang yang memiliki tekanan darah yang kurang dari 90/60 mmhg penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang rendah sehingga darah tidak mampu mencapai organ otak. Jantung berdetak cepat, tetapi denyutnya sangat lemah sehingga darah tidak mampu naik ke otak dalam jumlah yang mencukupi. Karena otak tidak mendapatkan darah yang cukup energi, kepala terasa pusing dan badan lemah. Sedangkan tekanan darah normal optimal 120/80 mmhg.

Ada dua angka dari hasil pembacaan tekanan darah. Angka pertama dan lebih tinggi adalah ukuran tekanan sistolik, atau tekanan dalam arteri saat jantung berdetak dan mengisi arteri dengan darah. Sedangkan angka kedua mengukur tekanan diastolik, atau tekanan dalam arteri saat jantung beristirahat di antara detakan.

Sebelum kita  bahas tentang penyebab dan gejala hipotensi atau tekanan darah rendah, sebaiknya Anda tahu mengenai beberapa jenis hipotensi atau tekanan darah rendah yaitu sebagai berikut :

  1. Hipotensi Ortostatik/Hipotensi postural.

    Hipotensi jenis ini disebabkan karena perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba, contohnya ketika seseorang dalam keadaan tidur kemudian secara tiba-tiba langsung berdiri. Hipotensi seperti ini sering dialami oleh banyak orang dan biasanya hanya berlangsung sesaat. Hipotensi postural dianggap sebagai kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk bereaksi dengan tepat terhadap perubahan mendadak. Biasanya, ketika Anda akan berdiri, ada darah yang terkumpul di ekstremitas bawah. Jika tidak dikoreksi, hal tersebut akan menyebabkan tekanan darah menjadi turun. Normalnya, tubuh kita mengatasi penurunan tekanan darah tersebut dengan mengirimkan pesan ke jantung agar berdetak lebih cepat serta ke pembuluh darah agar menyempit. Tetapi, jika hal tersebut tidak terjadi atau terlalu lambat, maka mengakibatkan hipotensi postural.

  2. Hipotensi Dimediasi Neural

    . Hipotensi jenis ini disebabkan karena faktor dari kondisi tubuh atau posisi tubuh terlalu lama dalam keadaan yang sama, contohnya ketika seseorang berdiri terlalu lama.

  3. Hipotensi Akut.

    Hipotensi ini adalah hipotensi yang berbahaya dibanding jenis hipotensi lainnya, karena hipotensi ini disebabkan oleh turunnya tekanan darah seseorang secara tiba-tiba.

Gejala atau Fitur Khusus Tekanan Darah Rendah

hipotensi darah rendah

  1. Penderita Pusing, Sakit Kepala.

    Hal ini terjadi karena darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke otak. Akibatnya penderita akan mengeluh pusing di kepala. Kepala berkunang-kunang yang sering disebut sebagai pusing tujuh keliling. Tekanan  darah rendah dapat menyebabkan pingsan. Sakit kepala karena tekanan darah tidak stabil disebut dengan ortostatik.

  2. Penglihatan Kabur dan Berkunang-kunang

    . Penglihatan tiba-tiba akan kabur beberapa saat kemudian, dan kadang selalu berulang. Hal ini bisa dibedakan dengan kekaburan karena mata minus. Bisa juga hal ini terjadi karena duduk terlalu lama kemudian berdiri. Biasanya keseimbangan terganggu, dan bisa menyebabkan penderita jatuh ambruk. Bisa juga terjadi pada saat penderita berdiri terlalu lama, misalnya saat antre atau mengikuti upacara.

  3. Wajah Pucat, Loyo, Tidak Bersemangat.

    Penderita akan terlihat pucat, dingin, denyut nadi lemah (atau denyut tidak stabil) karena suplai darah ke otak sedikit sekali. Tubuh terasa dingin karena suplai darah lambat dan tidak sampai ke jaringan tepi/mucosa tubuh. Rasa dingin biasanya mudah dideteksi terjadi di kaki, tangan, telinga, atau di bibir yang membiru. Biasanya diiringi dengan peluh deras yang keluar.

  4. Perut Mual-mual.

    Mual-mual biasanya akan menyerang tiba-tiba dan terjadi berulang. Tubuh akan merasa letih-lemas, tidak bertenaga, bahkan untuk sekadar menopang kedua kaki dan membawa kedua tangan saja tidak cukup kuat.  Hal ini terjadi  karena tidak cukup energi  yang dibawa darah ke otak, organ atau kulit.

  5. Nafas Cepat dan Dangkal.

    Hal ini merupakan reaksi tubuh (paru-paru) untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk  mengikat oksigen yang akan diedarkan ke ke seluruh tubuh. Sesak  nafas terjadi karena ketika tekanan darah ke jantung melemah maka otot jantung dan otot intra- tulang dada terganggu. Akibatnya akan terjadi sesak nafas dan nyeri  pada dada.  Kadang dirasakan denyut jantung  terganggu dan tidak teratur (aritmia).

  6. Otak Tidak Mampu Bekerja

    . Konsentrasi akan berkurang, dan penderita tidak bisa berpikir jernih.  Hal ini akan membuat penderita mengalami kebingungan karena kekurangan suplai oksigen dalam otak.  Kalau sedang bekerja (atau sekolah) tidak mampu berpikir cepat dan mengerjakan tugas dengan tangkas. Dalam beberapa kasus sering menyebabkan depresi.

  7. Mengantuk.

    Kurangnya suplai oksigen juga akan membuat penderita sering menguap, mengantuk. Darah yang berisi oksigen dan kaya nutrisi/energi terlalu lemah untuk dipompakan ke otak.

  8. Rasa Haus yang Berlebihan.

    Minum banyak merupakan kompensasi tubuh untuk memacu pergerakan sirkulasi cairan dalam tubuh.  Air menjadi sangat penting untuk menormalisir tekanan darah.

  9. Lemas
  10. Kebingungan
  11. Kepala terasa ringan
  12. Badan terasa dingin

Ciri-ciri tadi bisa juga ditambah adanya faktor lain yang diketahui memicu tekanan darah rendah. Di antaranya, seperti  berkeringat yang berlebihan, berkemih yang banyak, kurang tidur, kurang istirahat, atau haid yang berlebihan (abnormal).

Baca Selengkapnya : Obat Darah Tinggi

 

Penyebab Hipotensi ( Tekanan Darah Rendah )

Faktor utama penyebab hipotensi atau tekanan darah rendah sebenarnya sangat erat hubungannya dengan volume darah, keadaan pembuluh darah dan gangguan kerja jantung dalam memompa darah, berikut beberapa penyebab hipotensi ( tekanan darah rendah) antara lain :

  1. Pemompaan jantung melemah. Karena kurangnya pemompaan jantung maka hal ini bisa menyebabkan aliran darah keseluruh tubuh melemah pula, secara otomatis tekanan darah juga melemah yang akhirnya menyebabkan hipotensi.
  2. Kekurangan cairan. Jangan anggap sepelekan masalah kekurangan cairan, baik itu karena seseorang memang jarang minum ataupun karena seseorang sedang terkena diare dan demam, Karena yang sering terjadi jika seseorang sedang demam biasanya memang disertai dengan rasa pusing. Dan hal itu bisa menjadi salah satu penyebab hipotensi.
  3. Otot jantung melemah. Hal ini bisa berakibat pada volume darah yang dipompa oleh jantung sedikit dan akibatnya tekanan darah menurun dan hal ini memicu terjadinya hipotensi.
  4. Adanya pembekuan darah dalam pembuluh vena . Bila hal itu terjadi maka akan menghalangi kembalinya darah kedalam bilik kiri dari paru-paru, akibatnya darah yang kembali ke jantung akan berkurang. Dan hal itu bisa menjadi pemicu hipotensi.
  5. Efek samping obat-obatan. Efek samping dari obat-obatan ini sebenarnya tidak langsung menjadi penyebab hipotensi karena kondisi seseorang berbeda-beda, kadang ada yang kuat saat minum obat tertentu tapi ada juga yang tidak. Contohnya ketika seseorang minum obat hipertensi, antidepresan dan lain sebagainya.

Penyebabnya mungkin berhubungan dengan hal-hal berikut :

  • Kehamilan.
  • Masalah hormon seperti tiroid kurang aktif (hypothyroidism), diabetes, atau gula darah rendah (hipoglikemia).
  • Penggunaan beberapa obat OTC (over-the -counter).
  • Penggunaan beberapa obat resep seperti obat untuk depresi atau penyakit Parkinson.
  • Gagal jantung.
  • Aritmia jantung (irama jantung abnormal).
  • Pelebaran, atau dilatasi pembuluh darah.
  • Kelelahan akibat panas atau heat stroke.
  • Penyakit hati.

Oleh sebab itu jika Anda merasakan gejala hipotensi atau tekanan darah rendah seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya segera periksakan tekanan darah dan cari tahu penyebabnya. Karena seseorang bisa diketahui mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi) atau hipotensi (tekanan darah rendah) hanya bisa dilakukan dengan cara pemeriksaan tensi darah, dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yaitu dengan memperhatikan angka systolic (angka bagian atas) dan angka diastolic(angka bagian bawah). Setelah hal itu dilakukan barulah diketahui apakah seseorang mempunyai tekanan darah rendah atau tekanan darah tinggi. Untuk mencegahnya tetaplah lakukan pola hidup sehat dan olah raga teratur agar terhindar dari penyakit, salah satunya adalah hipotensi atau tekanan darah rendah. Untuk itu mencegah lebih baik dari pada mengobati namun jika Anda penderita tekanan darah rendah Anda tidak perlu khawatir karena kami akan memberikan solusi yakni pengobatan herbal yang aman tanpa efek samping dengan Obat Herbal Darah Rendah yakni AMAZON BERRIES dan B-COFFE.

PENAMBAH TEKANAN DARAH ALAMI AMAZON BERRIES DAN B-COFFE

amazon berries darah rendahAMAZON BERRIES merupakan Minuman kesehatan yang terbuat dari beberapa buah-buahan antara lain Acai Berry, Acerola, Anggur, Black Plum, Kulit Manggis, dan Guarana. Yang mana Amazon Berries ini mengandung Antioksidan dan serat alami yang tinggi. Minuman ini berbentuk serbuk yang mudah larut dalam air dan sangat aman dikonsumsi untuk segala umur karena Amazon Berries tidak menggunakan bahan pengawet dan bebas bahan kimia. Selain itu  Amazon Berries ini juga mengandung Serat Akasia yang fungsinya untuk membantu Anda dalam menstabilkan tekanan darah Anda dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

Baca Juga : Obat Kanker Tiroid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *