Jual Beli Kubah Masjid

Jual Beli Kubah Masjid – Negara satu ini mungkin saja tidak sering terdengar di telinga orang Indonesia. Burundi yaitu satu Negara kecil yang ada di dalam tengah daratan benua Afrika tanpa ada akses ke laut. Negara ini bersebelahan dengan Rwanda di utara, Tanzania di selatan serta timur, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Walau negara ini tidak memiliki batas laut, perbatasan di samping barat-nya nyaris separuh ada di Danau Tanganyika yang menjulur dari utara ke selatan di perbatasan pada Burundi dengan Kongo, juga jadi batas alami pada Tanzania dengan Konggo serta Malawi, Kontraktor Kubah Masjid.

Burundi adalah satu diantara Negara termiskin didunia dengan pendapatan perkapitanya sekitaran 400 kali lebih kecil dibanding dengan Indonesia. Keadaan geografisnya yang tanpa ada akses ke laut, penduduknya yang padat di lokasi yang sempit ditambah sekali lagi dengan sumber alamnya yang terbatas, diperburuk dengan keadaan negaranya yang tidak sempat sepi dari perseteruan yang berkelanjutan. Burundi jadi satu diantara Negara didunia yang paling banyak perseteruan terlebih konflik pada Etnis Tutsi yang minoritas tetapi berkuasa di elit politik pada Etnis Hutu yang sebagian besar dalam jumlah tetapi terpinggir.

Islam di Burundi

Islam adalah agama minoritas di Burundi. Mengacu pada data kementerian luar negeri Amerika Serikat th. 2010, diprediksikan sekitaran 2-5% masyarakat Burundi beragama Islam. Menurut data pada Pew Research Center, pada 2009 jumlah Muslim di Burundi sekitaran 180 ribu jiwa atau dua % dari keseluruhan populasi. Tetapi, berdasar pada data The World Factbook dalam website CIA yang diperbaharui tiap-tiap minggu, populasi Muslim di Burundi menjangkau 10 % dari keseluruhan masyarakat. Agama sebagian besar di negara itu yaitu Kristen yang menjangkau 67 %. Bekasnya yaitu agama pribumi, yang dipeluk oleh 23 % penduduknya, Jual Beli Kubah Masjid.

Muslim Burundi datang dari suku serta bangsa yang bermacam. Terkecuali masyarakat asli Burundi (Hutu serta Tutsi, konon sudah ada di Burundi mulai sejak era 15), Muslim Burundi juga datang dari Rwanda. Diluar itu, ada juga Warabu (sebutan untuk pedagang Arab serta Oman yang sudah tinggal di Burundi), dan Bahindi (beberapa orang India serta Pakistan yang sudah lama menetap di Burundi).

Masjid serta Islamic Center Bujumbura

Terkecuali mereka, beberapa orang Afrika Barat juga masuk Burundi dalam sebagian dekade paling akhir. Mereka yaitu beberapa pedagang dari Mali, Senegal, serta Pantai Gading yang datang untuk mengimpor baju serta kain atau bertransaksi emas yang ditambang dari Kongo. Banyak dari mereka lalu meninggalkan Burundi waktu perseteruan pecah pada 1993. Bekasnya tetaplah tinggal serta buka beberapa toko kecil di pasar pusat atau di Bwiza.

Satu hal yang menarik dari muslim pribumi Burundi, walau mereka datang dari dua suku yang dalam sejarahnya tidak sempat akur, tetapi sesudah memeluk Islam mereka hidup bersaudara serta tidak sekali lagi ikut serta dalam pertikaian antar etnis yang demikian keras mulai sejak Negara itu merdeka. Muslim Burundi memainkan peranan teramat perlu dalam sistem rekonsiliasi ke-2 belak pihak yang berteru di negara tersebut di masa 1990-an.

Islam awal mula dikenalkan oleh beberapa pedagang Arab serta Swahili yang tiba di Burundi mulai sejak awal era 19, lewat Samudera Hindia melalui Ujiji (saat ini lokasi di Tanzania) untuk mencari gading dan budak. Sekitaran th. 1850, mereka buat koloni di Uvira. Ujiji serta Uvira lalu jadi titik pertemuan beberapa kafilah serta beberapa pedagang (beberapa orang Arab serta Afrika). Dari sana, mereka lantas mulai bertukar product atau barang dagangan dengan Nyanza serta Rumonge, dua kota pinggir danau di Burundi.

Sedikit untuk sedikit, Islam mulai masuk ke Burundi. Th. 1885, gubernur Ujiji, Mohammed bin Khalfan mengambil keputusan untuk memperluas kekuasaannya ke selatan dengan maksud peroleh semakin banyak gading serta budak belian. Bin Khalfan adalah sisi dari Barwani, satu keluarga Oman yang masyhur serta sudah menetap di Afrika Timur.

Satu diantara masjid di Bujumbura

Muslim Burundi rata rata memakai bhs Swahili dalam kehidupan satu hari hari, yang disebut satu diantara bhs Nasional Burundi, Tidak sering diketemukan Muslim Burundi yg tidak dapat bicara bhs ini, karenanya, arti ” Swahili ” seringkali dipakai untuk mengatakan Muslim di Burundi. Walau mereka juga memakai bhs resmi nasional yang lain termasuk juga bhs Kirundi yang disebut bhs resmi Burundi.

Berhaji

Di dalam beragam terbatasnya itu, umat Islam Burundi masih tetap berusaha untuk menunaikan beribadah haji ke Tanah Suci. Musim Haji 1432 H/2012M, ada 44 Muslim dari Burundi yang memiliki kesempatan menunaikan Beribadah Haji. Banding dengan Jemaah haji Indonesia yang menjangkau 220 ribu Jemaah. Beberapa jamaah haji dari Burundi itu mengakui begitu bahagia dapat menunaikan rukun Islam yang ke-5. Bagaimana tidak. Untuk dapat lakukan perjalanan yang menggunakan cost 2. 950 dolar AS atau 26, 5 juta itu mereka mesti menanti cukup lama.

Tokoh Tokoh Muslim Burundi

Sebagian tokoh muslim Burundi yang menempati tempat perlu di negara itu salah satunya yaitu (mendiang) Zedi Feruzi yang disebut tokoh muslim begitu punya pengaruh di Burundi, beliau adalah pemimpin partai oposisi Burundi, Union for Peace and Development. Zedi Feruzi terbunuh dengan beberapa pengawalnya oleh sekumpulan bersenjata pada 23 Mei 2015. insiden itu menyebabkan panasnya suhu politik di negara itu.

Insiden pembunuhan itu berlangsung di dalam pergolakan politik yang dipicu oleh memprotes yang tengah berjalan pada ketentuan kontroversial Presiden Pierre Nkurunziza berusaha kembali berkuasa jadi presiden untuk ke-3 kalinya.

Nama (mendiang) Zedi Feruzi mencuat kepermukaan di kancah perpolitikan Burundi terlebih sesudah pemecatan tokoh Islam yang lain, Hussein Radjabu di th. 2007, dari partai CNDD-FDD yang berkuasa di bawah presiden Nkurunziza dari suku Hutu. walau sebenarnya Hussein Radjabu sendiri adalah satu diantara pendiri partai itu, Jual Beli Kubah Masjid.

Sosok tokoh muslim Burundi yang lain yaitu Sheikh Mohammed Rukara, anggota parlemen negara itu dari pemilu th. 2011. Beliau adalah seseorang dosen Bhs Swahili di Kampus Burundi, sosok yang demikian disegani, sekalian juga tokoh sentral dalam penandatanganan kesepakatan damai pada dua etnis bertikai dinegara itu. Kesepakatan damai di tandatangani di Ibukota negara Tanzania pada th. 2000 serta di kenal dengan Arusha Accords. Beliau dikenal juga jadi sosok yang dapat merampungkan beragam sengketa kepemilikan tanah pada orang-orang serta pemerintah Burundi. Beliau dikenal juga dekat dengan Mufti Burundi, Abdallah Kajandi Sadiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *